maafkan aku tlah bangunkanmu

February 12, 2009 at 7:30 am (perjalanan cintaku....)

angin yang bertiup sepoi malam ini, membuatku dihinggapi kantuk yang luar biasa, aku yang baru saja selesai mengatasi komplain salah satu costumer. Badan ini terasa letih sekali, namun dikala aku melihat hp flexiku, secara tiba-tiba rasa letih itupun hilang seketika.

icha ternyata tadi misscall sekitar jam lima lewat. akupun langusng menelponnya saat itu juga, beberapa kali aku coba tetapi gak berhasil, setelah kesekian kalinya aku mencoba akhirnya telponkupun diangkatnya, terdengar suara merdu dari telpon,

Halo assalamualaikum..

Sungguh ucapan salam khan khas,tak salah jika stiap hari aku selalu merindukannya. tapi malam ini aku sangat merindukannya. aku bertanya lagi ngapain? diapun menjawab, lagi belajar. dari nadanya aku tahu kalu aku telah mengganggunya. yaudah ntar agk maleman ja ya tak telpon lagi. begitulah kata yang keluar dari bibirku. aku memang tak ingin mengganggunya, akupun menunggu saat-saat dia akan misscall lagi, jika dia misscall itu berarti dia sedang tak sibuk. aku menunggu sambil terkantuk-kantuk.

jam sudah menunjukkan angka 10 lebih, tetapi hp flexy tak kunjung berdering. akupun masih bertahan untuk tidak tertidur, tetapi rasa kantuk ini tak dapat dikompromi lagi.kira-kira sekitar pukul sebelas kurang aku tertidur. pukul 1 lebih, aku terbangun, aku teringat akan janjiku untuk menelpon icha. aku bingung, antara menelpon atau tidak. hampir 30 menit aku termenung, dalam pikiranku hanya ada icha.

akhirnya akupun menelponnya, dari balik sana terdengar sara lirih menjawab telponku. udah tidur ya cha? begitulah kalimat pertama yang terucap dari mulutku, icha menjawab “hemm”. begitu saja jawaban dari icha, lalu telponpun dimatikan.

aku merasa bersalah sekali pada icha, akupun langsung sms dia dan beritahukan kalo aku lagi gak bisa tidur malam ini. dengan secepat kilat ichapun membalas smsku.

9 bs b02 j9n 9n9uin 0rg b02.thanks.

bgitulah sisi sms balesan dari icha. hatikupun pilu. mengapa aku tadi tak berfikir kalau aku hanya akan mengganggunya saja. oh, mengapa aku begitu tolol. kini aku hanya bisa menyesali yang telah terjadi sampai subuh tiba.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.